Blog

Bupati Harap 6 Raperda Sintang Selesai Sebelum Berakhir Tugas Dewan

0

Infopontianak.Com, SINTANG - Bupati Sintang, Milton Crosby mengkomentari, tertundanya jadwal pembahasan enam pokok Rancangan Peraturan Daerah, (Raperda) Pemkab bersama DPRD beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, 14 April lalu merupakan jadwal kelanjutan rapat paripurna membahas enam Raperda. Namun terpaksa tertunda dikarenakan kesibukan anggota dewan yang terhormat dalam Pileg 2014.

“Kami memaklumi yang penting bagi kita adalah sebelum masa akhir tugas mereka ini bisa selesai. Pembahasan Raperda ini sudah pernah kita sampaikan, namum kawan-kawan di dewan ini masih menunggu perhitungan suara,” ujar Milton kepada Tribunpontianak.co.id, Jumat (18/4/2014).

Menurut bupati pembahasan Raperda sangat penting sekali untuk perkembangan Kota Sintang. Enam Raperda yang akan dibahas di antaranya tentang kawasan keselamatan operasi penerbangan.

“Kita harus buat itu segera pada 2015 ini, sehingga kawasan penerbangan harus aman. Tak boleh bangun tower atau gedung, dan sebagainya. Itu betul, betul untuk keselamatan, baik darat dan udara,” kata bupati.

Selain itu, ada Raperda terkait pemberian nama bandara yang difokuskan dengan nama Tebelian Airport, penyertaan modal, dan perda lainya.

“Oleh karena itu, banyak Perda yang belum terselesaikan tetapi saya melihat yang paling prioritaslah, minimal sebelum pelantikan dewan Juli sudah selesai,” katanya.

April 18th, 2014 by . Posted in Berita

Suryadharma Tolak Bicara Kisruh Internal PPP

0

Infopontianak.Com, JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali menolak bahas soal kisruh internal yang terjadi di partainya. Menurut Ali, masalah tersebut telah selesai sehingga tidak ada lagi yang harus dibicarakan.

“Saya tidak akan memberikan keterangan lebih lanjut tentang pemecatan dan tentang kisruh. Saya tidak akan beri keterangan lagi. Semua sudah jelas, saya anggap sudah jelas,” kata Suryadharma, di Kantor DPP PPP, Jakarta, Jumat (18/4/2014) siang.

Sebelumnya, ia mengeluarkan keputusan pemecatan Suharso Manoarfa dari jabatan Wakil Ketua Umum PPP. Selain Suharso, Suryadharma juga memecat Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Barat Rachmat Yasin, Ketua DPW Jawa Timur Musyaffa Noer, Ketua DPW Sumatera Utara Fadli Nursal, Ketua DPW Sulawesi Selatan Amir Uskara, dan Sekretaris DPW Kalimantan Tengah Awaludin Noor.

Ia mengatakan, banyak pihak yang tidak puas dan akan terus berkomentar negatif mengenai keputusan pemecatan tersebut. Menurutnya, hal tersebut adalah sebuah dinamika politik yang wajar.

“Saya anggap sudah selesai, yang lain mungkin ngomong lagi. Tapi saya tidak mau menanggapi,” katanya.

DPP PPP, kata Suryadharma, akan mempersiapkan pengganti untuk mengisi posisi yang Wakil Ketua Umum dan empat Ketua Dewan Pimpinan Wilayah. “Tentu ada (penggantinya), sudah jangan ada pembicaraan itu lagi,” kata Menteri Agama ini.

Alasan pemecatan para elite partai itu karena dianggap akan menggulingkan Suryadharma sebagai Ketua Umum DPP PPP dengan cara yang tidak tepat. Mereka melayangkan mosi tidak percaya terhadap Suryadharma.

Wacana penggulingan muncul setelah Suryadharma menghadiri kampanye Gerindra di Gelora Bung Karno beberapa waktu lalu. Dalam kampanye itu, Suryadharma ikut berpidato dan menyatakan dukungannya terhadap pencapresan Prabowo.

Ia dinilai melanggar kesepakatan partai dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II PPP di Bandung yang menyatakan akan menjalin komunikasi politik dengan delapan bakal capres yang ada. Dari hasil Mukernas tersebut, tidak ada nama Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto

Penulis : Ihsanuddin

April 18th, 2014 by . Posted in Berita

Ibadah Jemaat GKI Yasmin dan Philadelphia Diguyur Hujan di Depan Istana

0

Infopontianak.Com, JAKARTA - Ibadah Jumat Agung di seberang Istana Negara terus berlangsung kendati hujan mengguyur Jakarta, Jumat (18/4/2014). Hari ini, Jemaat HKBP Philadelphia dan GKI Yasmin mengadakan Jumat Agung di depan Istana Negara.

Ini adalah tahun kedua mereka menggelar Ibadah Jumat Agung depan istana. Pantauan di lokasi hujan mulai mengguyur ketika ibadah Jumat Agung mulai masuk prosesi Perjamuan Kudus.

Jemaat kemudian membuka payung, lalu berdiri berhimpitan. Sehingga payung mereka rapat dan banyak jemaat bisa berdiri di bawah payung.

Sedangkan beberapa jemaat lain memilih membentangkan jas hujan. Sehingga ada tiga sampai empat jemaat berlindung dalam satu bentangan jas hujan.

Sementara itu, cawan anggur dan roti berputar untuk Jemaat sebagai simbol perjamuan kudus.

HKBP Philadeplhia berada di Kabupaten Bekasi. Sedangkan GKI Yasmin berada di Kabupaten Bogor.

Jemaat di HKBP Philadelphia dan GKI Yasmin pertama kali menggelar ibadah di depan Istana Negara sejak Februari 2012 lalu.

Mereka mulai rutin ibadah dua minggu sekali depan Istana usai Mahkamah Agung memutuskan mereka sebagai pemenang kasus penyegelan rumah ibadah. Keputusan MA itu sudah keluar sejak tahun 2010.

“SBY belum punya warisan yang baik sampai menjelang dia lengser. Tapi apabila SBY berani menekan dua kepala daerah agar membuka segel gereja, ini akan menjadi warisan SBY yang terbaik,” kata Juru Bicara GKI Yasmin, Bona Sigalingging di seberang Istana Negara, Jumat (18/4/2014) siang.

April 18th, 2014 by . Posted in Berita

Jokowi Suka Puisi Karya Wiji Tukul yang Satu Ini

0

Infopontianak.Com, JAKARTA - Adik Wiji Tukul, Wahyu Susilo sumringah, begitu mendengar pengakuan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi suka membaca puisi kakaknya.

Wahyu membenarkan pernyataan Jokowi. Saat menjadi Wali Kota Solo, Jokowi diakui Wahyu Susilo selalu menggelar acara peringatan Orang Hilang di rumah dinasnya, Loji Gandrung.

“Saya jadi teringat, tahun 2010 lalu, Jokowi menggelar acara peringatan orang hilang. Di sana, puisi-puisi karya kakak saya dibacakan. Jokowi suka dengan puisi kakak saya yang berjudul ‘Peringatan’,” ujar Wahyu Susilo kepada Tribunnews.com, Jumat (18/4/2014).

Sebelumnya, Jokowi kepada wartawan mengakui suka membaca karya puisi. Salah satunya, adalah puisi milik almarhum Wiji Tukul, aktivis yang hingga kini keberadaannya masih menjadi misteri.

Inilah puisi karya Wiji Tukul;

Peringatan
oleh :Wiji Thukul

Jika rakyat pergi
Kita penguasa berpidato
Kita harus hati hati
Barangkali mereka putus asa

Kalau rakyat sembunyi
Dan berbisik bisik
Ketika membicarakan masalahnya sendiri
penguasa harus waspada dan belajar mendengar

Dan bila rakyat tidak berani mengeluh
Itu artinya sudah gawat
Dan bila omongan penguasa
Tidak boleh dibantah
Kebenaran pasti terancam

Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
Dituduh subversi dan menggangu keamanan
Maka hanya satu kata : LAWAN !

(Solo,1986)


April 18th, 2014 by . Posted in Berita

Empat Partai Dorong Bentuk Koalisi Indonesia Raya

0

Infopontianak.Com, JAKARTA - Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional Amien Rais memunculkan wacana koalisi Indonesia Raya. Wakil Ketua Umum DPP PAN Dradjad Wibowo mengatakan, tak hanya PAN yang mendorong terbentuknya koalisi ini. Saat ini, menurut Dradjad, ada tiga partai lain yang ikut menggodoknya.

“Saat ini sudah ada empat partai. Insya Allah akan bertambah,” ujar Dradjad, saat berbincang dengan Kompas.com, Jumat (18/4/2014).

Akan tetapi, Dradjad enggan menyebutkan, partai mana saja yang mulai membahas koalisi baru ini. Hanya saja, ia memastikan, Koalisi Indonesia Raya merupakan gabungan partai nasionalis dan partai berbasis massa Islam. Menurutnya, alasan dibentuknya koalisi ini mengingat kondisi Indonesia yang sangat majemuk, kaya akan suku, bahasa, agama, dan keragaman lainnya.

“Jadi sulit ada “Superman” yang bisa seorang diri menjaga dan membangun Indonesia. Karena itu diperlukan kebersamaan dari sebanyak mungkin kekuatan politik maupun non-politik,” katanya.

Oleh karena itu, Dradjad mengatakan, koalisi poros tengah yang hanya berisi partai Islam ditransformasikan menjadi koalisi besar, Koalisi Indonesia Raya.

Ketika ditanya apakah koalisi Indonesia Raya akan menjadi poros keempat selain tiga poros koalisi yang mulai terbentuk, ia menampiknya. Dradjad mengisyaratkan bahwa koalisi ini masih dalam tiga poros yang selama ini diprediksi kuat membentuk kubu, yaitu pengusung Joko Widodo, koalisi pengusung Prabowo Subianto, dan koalisi pengusung Aburizal Bakrie.

SBY bertemu Amien Rais

Untuk merealisasikan bentuk koalisi ini, Dradjad mengatakan, elite PAN mulai menjalin komunikasi dengan partai lain. Satu di antaranya Amien Rais yang dikabarkan sudah bertemu dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Terkait pertemuan SBY dan Amien, Dradjad tidak mengonfirmasi dan juga tidak membantahnya.

Begitu pula saat ditanyakan, apakah koalisi Indonesia Raya akan bermuara pada dukungan terhadap Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Apakah itu berarti koalisi dengan Mas Prabowo, saya hanya bisa bereaksi ‘hehehe ..’,” kata Dradjad.

Dradjad menambahkan, Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa merupakan satu di antara motor pembentukan koalisi ini.

“Bang Hatta yang selalu berkomunikasi dengan Ketum atau tokoh sentral partai lain. Pak Amien lebih memainkan peran sebagai bapak atau kakak yang membimbing dan sekaligus membantu meyakinkan tokoh-tokoh senior lain,” katanya.

Penulis : Sabrina Asril

April 18th, 2014 by . Posted in Berita

Polisi Turunkan 30 Personil Amankan Coblos Ulang di TPS 5

0

Infopontianak.Com, KETAPANG - Polisi akan melakukan pengamanan ekstra terhadap TPS 5 di Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta, Ketapang saat pencoblosan ulang pada besok, Sabtu (16/4/2014). Sebelumnya Panwaslu Ketapang juga menyatakan akan memantau TPS 5 selama 24 jam.

Polisi akan menurunkan sebanyak 30 personil untuk menjaga TPS 5 selama berlangsung pencoblosan ulang. Jumlah tersebut merupakan pengamanan terbanyak di TPS selama pelaksanaan pemilu.

Waka Polres Ketapang, Kompol Puji Prayitno mengatakan anggota mulai stanbay di TPS 5 pukul 07.00 WIB. Menurutnya pengamanan masih menggunakan sprint operasi Mantab Brata Kapuas 2014. Namun di TPS 5 tersebut juga ditambah personil yang cukup banyak dari Polsek setempat.

“Saat pemungutan suara ulang di TPS 5 itu pengamanan dilakukan 30 personil. 15 personil dari Polres Ketapang dan 15 personil lagi dari Polsek Delta Pawan,” Kata Puji kepada Tribunpontianak.co.id, Jumat (18/4/2014).

Ia meminta masyarakat tidak terpancing isu-isu yang tak bertanggung jawab dan bertujuan ingin membuat kekacauan pada proses Pemilu yang sedang berlangsung.

“Mari kita sama-sama, aparat, masyarakat, semua elemen untuk menjaga kondusif Ketapang,” tuturnya.

Sebelumnya di TPS 5 Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan dinilai rawan kecurangan. Satu di antaranya seperti serangan fajar oleh calon yang diambang kemenangan. Meski belum diumumkan pasti tapi perkiraan suara masing-masing sudah bisa ketahui.

“Di TPS 5 itu sangat rawan terjadinya serangan fajar. Caleg atau Parpol akan saling rebut untuk mendongkrak perolehan suara agar menjadi lebih tinggi dari TPS itu,” kata Tokoh Pemuda Dayak Ketapang, Chanisius Kuan.

April 18th, 2014 by . Posted in Berita

SBY Tetap Dukung Peserta Konvensi Capres

0

Infopontianak.Com, JAKARTA - Perolehan suara Partai Demokrat dalam Pemilu Legislatif 2014 melesat dari target. Dari hasil penghitungan cepat, tercatat Demokrat hanya meraih 10 persen suara. Dengan perolehan ini, satu tanda tanya besar adalah nasib peserta konvensi calon presiden Demokrat.

Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, menjawab tanda tanya tersebut dalam video di Youtube. “Jika suara Demokrat lemah, kita tetap memberi dukungan kepada mereka (para peserta konvensi capres Demokrat),” tutur SBY dalam video yang diunggah ‘Suara Demokrat’, Kamis (17/4/2014).

SBY juga sempat berpesan kepada 11 peserta konvensi capres sebelum menggelar debat Konvensi Capres di Bogor, Jawa Barat, sekitar 2 bulan silam. “Jika Demokrat meraih suara yang cukup kuat, 15 persen misalnya. Sangat mungkin bagi Demokrat mencalonkan presidennya sendiri,” ujarnya.

Karena itu, kata SBY, dirinya meminta seluruh kader Demokrat untuk berjuang meningkatkan elektabilitasnya. SBY juga mengaku menyampaikan kepada 11 peserta konvensi harus berjuang sekuat tenaga untuk meningkatkan elektabilitasnya masing-masing.

“Sebab, survei menunjukkan elektabilitas peserta konvensi masih rendah. Belum setinggi Prabowo, Jokowi dan Aburizal Bakrie. Saya yakin rakyat tahu para peserta konvensi adalah tokoh berpotensi dan berpengalaman. Tinggal bagaimana mereka meningkatkan elektabilitasnya,” ujar SBY.

Namun, jika tetap meraih suara yang kurang mumpuni saat penghitungan suara akhir, kata SBY, tentunya Partai Demokrat tahu diri.

“Jika kami tidak mencalonkan capres sendiri, Demokrat bisa memberikan dukungan, capres mana yang kami putuskan (dari 11 peserta konvensi),” terang SBY.

“Saya ingin sampaikan kepada peserta konvensi capres Demokrat. Teruslah berusaha! Terus dapatkan elektabilitas setinggi-tingginya! Semoga bisa membuka peluang Demokrat. Jika tidak, Partai Demokrat bisa menjadi solusi, termasuk di pemilihan presiden yang akan datang,” tutur SBY.

April 18th, 2014 by . Posted in Berita

Warga Ende Ini Akhiri Hidupnya di Kamar Mandi

0

Infopontianak.Com, ENDE - Kristoforus, warga Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), nekat mengakhiri hidup di dalam kamar mandi rumahnya, dengan cara gantung diri.

Peristiwa mengenaskan warga Kelurahan Onekore, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende, itu terjadi pada Kamis (17/4/2014).

Kristoforus, gantung diri menggunakan tali tas komputer jinjing miliknya.

Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (KSPK) 1 Polres Ende Ipda Ekes Sinlae mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 08.00 Wita. Ia kali pertama ditemukan sudah menjadi mayat oleh keluarganya.

“Setelah mendapat informasi dari warga, kami lantas mendatangi lokasi kejadian di Daerah Potu, Kelurahan Onekore, Kecamatan Ende Tengah,” terangnya.

April 18th, 2014 by . Posted in Berita

Polisi Tangkap Otak Pembunuhan di Batununggal

0

Infopontianak.Com, BANDUNG - W atau Weda, satu di antara otak pembunuhan pasangan suami istri, Didi Harsoadi (59) dan Anita Anggrainy (51) ditangkap oleh tim gabungan Subdit III Jatanras Polda Jabar dan Satreskrim Polrestabes Bandung.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung, Ajun Komisaris Besar Polisi Nugroho Arianto membenarkan penangkapan tersebut. “Iya, benar, sudah ditangkap,” kata Nugroho singkat di Mapolrestabes Bandung, Jumat (18/4/2014). Namun Nugroho tidak merinci soal penangkapan terhadap W.

Kasubdit III Jatanras Dit Reskrimum Polda Jabar, Ajun Komisaris Besar Polisi Murjoko Budoyono menambahkan, Weda ditangkap pada Kamis (17/4/2014) malam saat berada dalam kendaraan di perbatasann Kabupaten Garut dan Tasikmalaya.

“Dia (Weda) ditangkap dalam kendaraan, saat pelariannya di perbatasan Garut dan Tasikmalaya,” kata Murjoko melalui pesan singkatnya, Jumat.

Selain Weda, otak pelaku lainnya adalah Raga (25) yang kini sudah diringkus. Weda kini sudah ditahan di Satreskrim Polrestabes Bandung untuk menjalani proses penyidikan.

Sebelumnya, empat pelaku lainnya yang sudah ditangkap, yakni Raga (25) (otak pelaku), Tengku (44) (pembuat strategi dan penghubung kepada dua eksekutor), Saimudin alias Udin Botak (42) dan Dedi Murdani alias Epong (28). Mereka kini sudah meringkuk di sel tahanan Mapolrestabes Bandung.

Dari penangkapan para pelaku itu, polisi mengamankan barang bukti berupa mobil Nissan Grand Livina warna silver D 68 PD yang sebelumnya diganti dengan B 1833 EFK berikut STNK. Lalu satu mobil Toyota Avanza Veloz D 1207 MNI warna putih berikut STNK, potongan kuku Epong, meteran warna biru kuning merk powertape, 2 helai sprai warna pink dan biru muda serta satu potong bed cover warna biru motif kembang.

Didi Haswadi (59) dan Anita Anggraeni (51) dibunuh di rumah mewah mereka di Jalan Batu Indah Raya, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul pada Minggu (13/4/2014) lalu. Mayat mereka dibawa ke Pandeglang, Banten dan ditemukan pada Jumat (11/4/2014). Pelaku pembunuhan diketahui sebanyak 4 orang, dan kini semuanya sudah ditangkap. Belakangan diketahui, motif pembunuhan adalah terkait jual beli rumah.

Penulis : Kontributor Bandung, Rio Kuswandi

April 18th, 2014 by . Posted in Berita

Kronologi Pembunuhan Pasangan Didi dan Anita di Batununggal

0

Infopontianak.Com, BANDUNG - Kapolrestabes Bandung, Komisaris Besar Mashudi mengatakan, pembunuhan pasangan suami istri, Didi Harsoadi (59) dan Anita Anggrainy (51) di Batununggal sudah terencana. Para pelaku berkumpul terlebih dahulu di sebuah hotel di Cijagra, Bandung, dua hari sebelum eksekusi.

“Jadi mereka (para pelaku) telah merencanakan pembunuhan. Dua hari sebelum eksekusi mereka berkumpul di sebuah hotel. Pembunuhan dilakukan pada Kamis, tanggal 10 April, setelah pemilu, sekitar pukul 12.30 WIB,” kata Mashudi di Bandung.

Sementara itu, Juniyus Alif Frescly, kuasa hukum empat tersangka pembunuhan, menjelaskan kronologi pembunuhan terhadap suami istri di rumah mewah tersebut. Empat pelaku, di antaranya Raga (25) (otak pembunuhan), Tengku, Udin Botak dan Epong ramai-ramai mendatangi lokasi. Raga yang pura-pura bertamu membicarakan masalah utang piutang dan penjualan rumah kepada kedua korban.

“Raga bertamu ke rumah pasangan suami istri itu. Raga bilang mau membicarakan masalah rumah yang mau dijual si suami istri. Raga memperkenalkan Udin dan Epong sebagai tukang ukur luas lahan bangunan,” kata Juniyus, di Bandung, Jumat (18/4/2014).

Juniyus mengaku ceritanya itu sesuai pengakuan dari ketiga kliennya. Juniyus melanjutkan, posisi ruang tamu ada di lantai 2. Raga dan dua eksekutor itu dipersilakan naik ke atas. Sementara, Weda menunggu di bawah dan Tengku diam di dalam mobil.

Setelah dipersilakan duduk, mereka basa-basi dengan Didi. Posisi Anita ada di bawah sedang membuatkan air minum untuk tamu. Tak lama kemudian, dua eksekutor itu pura-pura mengukur luas lahan rumah dengan meteran. Suasana, saat itu, masih biasa-biasa saja. Di antara mereka sedikit mengobrol dan basa-basi.

Tiba-tiba, Udin Botak memukul muka Didi hingga terjatuh. Epong membantu dengan mengeluarkan alat kejut listrik. “Korban yang pria langsung disetrum dengan alat kejut di bagian leher. Setelah itu, ditusuk dengan pisau belati,” kata Juniyus. Jumat.

Anita yang berada di lantai bawah membuat minuman, mendengar suara gaduh di lantai atas. Dia pun bertanya ada kejadian apa. Salah satu pelaku, Udin menjawabnya sedang memperbaiki meja.

Lalu, saat tiba di lantai atas, Anita langsung dipukul oleh Epong di bagian mukanya hingga terjatuh. Dalam keadaan tergeletak, Anita kemudian disetrum oleh alat kejut listrik di bagian lehernya oleh Udin.

“Setelah dipukul, korban wanita terjatuh, lalu disetrum di bagian leher, setelah itu ditusuk. Kedua korban dibunuh tanpa melakukan perlawanan,” kata Juniyus.

Setelah dieksekusi, kedua jasad suami istri itu dibungkus oleh Tengku pakai sprei. Kemudian keduanya dimasukkan ke bagian belakang mobil Grand Livina warna silver bernomor polisi D 68 PD milik korban.

Setelah membunuh, pelaku masih berada di TKP hingga 4 jam. Lalu sore harinya, kelima pelaku berangkat ke Pandeglang, Banten.

“Pembuangan mayat ke Pandeglang, Banten, memang sudah direncanakan,” katanya.

Pelaku tiba di Pandeglang, Banten pada malam hari. Mereka langsung membuang mayat Didi dan Anita di sana.

Penulis: Rio Kuswandi

April 18th, 2014 by . Posted in Berita
© Vantage Theme, business directory software created by AppThemes, powered by WordPress.

SEO Powered By SEOPressor